forum penghasil uang

Tampilkan postingan dengan label utusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label utusan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2011

REPRESENTING DEATH

It is an ancient fable of the sick person accosted by Azrael, the angel of death. The man then asked, "Are you coming as a regular visit or to take my life?"
Azrael answered, "ordinary visit."
The man said again, "For the sake of our friendship. If near my end it later, send messengers to tell me. "
Azrael approve the request.
On a day Azrael came to revoke his life. The man said, "Is not there has never been a messenger came to tell these things?"

Azrael said, "It ... has never come, even several times. Do not slouch your back bone straight while before? Previously bleached hair black? Your voice was shaking after the former loud? Even these days you are weak after ye mighty strong. Blur your vision after the former light, you were full of hope, but lately often desperate. I have sent many messengers to you when you just want one envoy. Therefore do not blame me. "
  
WISDOM

Many lessons can be learned from the story above, depending on the perspective of people who read this story. Some may consider it only as a regular bedtime story, or maybe it could be considered a warning will be more short-age of a person every second. Each creature can be argued, including me who notaben is a Gorilla. Here's my little opinion about the wisdom of the story above:

The above story reminds us that every day, every hour, minutes, seconds or milli seconds of our lives will continue to scrape out the remnants of life that we have. Surprisingly many of us who every year spend time partying fun full day to celebrate something they call 'BIRTHDAY PARTY' with various rituals ranging from only inflatable candles and cut the cake, hanging out with friends, and some even celebrate by drinking as if he forgot that the actual age on the day it decreases, rather than increases. Do they not realize if when they celebrate the party, in fact they were celebrating what I call; path to the END. Yes, the path trodden by man to lead him to the end of a beginning. End of mortal life in the world and the beginning of eternal eternity in the afterlife.
From the opinion I had come a question "Then what should we do in life is to welcome the end of a beginning?"
Companions of the Prophet once said: "Worship ye as much as possible in order to get enough stock in akhirta, as if your life will end tomorrow. And try your best to look for treasure in the world, as if your life is still a thousand years. "Advice from the companions of the Prophet is probably one of the many answers, which could be the answer to the question: what should we do in this life before emissary of the angel Azrael came to us one by one?

(powered by:GOOGLE TRANSLATOR)






Kamis, 21 April 2011

UTUSAN MAUT

Ini adalah sebuah dongeng kuno seseorang yang sakit didatangi oleh Izrail, malaikat pencabut nyawa. Orang itu lalu bertanya, “Apakah kedatanganmu sebagai kunjungan biasa atau untuk mencabut nyawaku?”
Izrail menjawab, “Kunjungan biasa.”
Orang itu berkata lagi, “Demi persahabatan kita. Jika dekat ajalku nanti, kirimlah utusan untuk memberitahu aku.”
Izrail menyetujui permintaan itu.
Pada suatu hari Izrail datang untuk mencabut nyawanya. Orang itu berkata, “Bukankah belum pernah ada utusanmu yang datang kepadaku untuk memberitahukan perkara ini?”
Izrail menjawab, “Sudah… sudah pernah datang, bahkan beberapa kali. Bukankah tulang punggungmu bungkuk padahal sebelumnya lurus? Rambutmu memutih yang sebelumnya hitam? Suaramu gemetar sesudah dahulunya lantang? Bahkan akhir-akhir ini  kamu lemah sesudah dahulunya kamu kuat perkasa. Penglihatanmu kabur setelah dahulunya terang, kamu dahulu penuh harapan, tetapi akhir-akhir ini sering putus asa. Aku telah mengirim banyak utusan kepadamu padahal kamu hanya meminta satu utusan. Oleh karena itu janganlah kamu menyalahkan aku.”

(hikmah dalam humor, kisah, dan pepatah-A.Aziz Salim Basyarahil) 


HIKMAH

Banyak hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas, tergantung dari sudut pandang orang yang membaca cerita ini. Ada yang mungkin menganggapnya hanya sebagai sebuah cerita pengantar tidur biasa, atau mungkin bisa juga dianggap sebagai peringatan akan semakin pendeknya umur seseorang setiap detik. Setiap mahluk bisa berpendapat, termasuk juga saya yang notaben adalah seekor Gorila. Berikut sedikit pendapat saya mengenai hikmah cerita diatas:
Cerita diatas menyadarkan kita bahwa setiap hari, setiap jam, menit, detik bahkan mili detik dari kehidupan kita akan terus mengikis habis sisa-sisa  umur yang kita miliki. Anehnya banyak diantara kita yang  seakan akan menyia-nyiakan waktu dihidup kita untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya hanya membuang-buang waktu.
Setiap satu tahun sekali beberapa orang berpesta ria menghabiskan waktu seharian penuh untuk merayakan sesuatu yang mereka sebut ‘PESTA ULANG TAHUN’ dengan berbagai ritual mulai dari hanya  sekedar tiup lilin dan potong kue, berkumpul bersama teman-teman, bahkan ada yang merayakannya dengan menenggak minuman keras seakan-akan ia melupakan kalau dihari itu sebenarnya umurnya berkurang, bukannya bertambah. Apakah mereka tidak menyadari jikalau saat mereka merayakan pesta tersebut, sebenarnya mereka sedang merayakan apa yang saya sebut sebagai; JALAN SETAPAK MENUJU AKHIR. Ya, jalan yang dilalui manusia untuk menuntunnya kepada akhir dari sebuah awal. Akhir kehidupan fana di dunia dan awal dari kekekalan yang abadi di akhirat.
Dari pendapat saya tadi timbulah sebuah pertanyaan “Lalu apa yang harus kita lakukan didalam kehidupan ini untuk menyambut akhir dari sebuah awal tersebut?”
Sahabat nabi pernah berkata “Beribadahlah kamu sebanyak-banyaknya agar mendapat bekal yang cukup di akhirta, seakan-akan hidupmu akan berakhir esok hari. Dan berusahalah kamu sekuat-kuatnya untuk mencari harta di dunia, seakan-akan hidupmu masih seribu tahun lagi.” Nasihat dari sahabat nabi ini mungkin satu dari sekian banyak jawaban, yang bisa menjadi jawaban dari pertanyaan; apa yang harus kita lakukan didalam kehidupan ini sebelum utusan dari malaikat izrail mendatangi kita satu-persatu?